semua pendamping bagren baik provinsi, dinas kota & kabupaten dibubarkan

saatnya sekarang, hardiknas ke 100 tahun, saat yang tepat untuk kami sampaikan kepada semua pendamping dinas pendidkan kota dan kabupaten, baik yang rencana di sk-kan tertulis dalam lampiran maupun yang tidak, dan untuk diketahui semua pihak;
1. berdasarkan surat tugas dari Biro PKLN, tertanggal 15 pebruari 2008, tentang tugas menyeleksi pendamping kota dan kabupaten, seleksi sudah terlaksana dengan baik, masukan sana-sini diterima, sehingga tinggal di sk-kan di dinas provinsi semarang
2. dana operasional yang ditandai bintang dari diknas pusat cair masuk dana dekon, jika ada sk pendamping yang ditanda tangani oleh bpk kepala dinas provinsi, seiring diknas pusat perjalanan ke daerah unt sosialisasi ke dinas provinsi sebanyak 33 provinsi sosialisasi berjalan lancar; termasuk ke jateng juga sudah jalan;
3. dasar surat untuk membuat sk dari diknas pusat sampai sekarang tidak ada, sehingga bpk kepala dinas pendidikan provinsi semarang tdk menanda tangani sk tersebut,
4. pada akhir maret 2008, perwakilan pendamping dinas kota-kabupaten di undang ke dinas provinsi semarang, habis bpk kepala dinas pendidikan memberikan pengarahan, kemudian dilanjutkan rapat dengan perwakilan, bpk hariwul mendapat sms dari diknas pusat yang isinya, bahwa dana efisiensi ada pemotongan, termasuk dana pendamping, dan info disaat itu yang dipotong adalah honor, jika honor yang dipotong berarti masih ada dana operasional 50%, perjalanan berlanjut
5. perkembangan berjalan, pada tanggal 27 maret 2008, hari yang tidak kami lupakan, bpk Kita Biro PKLN yaitu Bpk Dr. Gatot HP secara resmi dilantik menjadi Direktur Seamolec, sehingga ditempat yang lama yaitu Biro PKLN diganti Bpk Dr. Agus Sartono, situasi dan kondisi berjalan terus
6. pada tanggal 1 april 2008, jardiknas pindah ke pustekom, sehingga semua infrastruktur koneksi internet dan intranet dipindah ke pustekom dan menjadi tanggungjawab penuh sama pustekom
7. program teleconfren penyeleggara D3 besiswa unggulan dengan biro pkln tidak ada lagi
8. dapodik juga bukan tupoksi biro pkln, termasuk juga mahasiswa D3 beasiswa unggulan bukan tupoksi biro pkln;
9. hasil rakor 24-25 april di biro pkln, pendamping dinas kota dan kabupaten dana pendamping dicut, semua program biro yang ditandai bintang semua dicut, kami juga sudah langsung minta surat ke biro pkln, yang isinya bahwa tidak ada dana unt pendamping dinas kota dan kabupaten, kemudian surat tersebut dikirim dan ditujukan ke dinas provinsi dan kota-kabupaten; sehingga dinas prov-kota dan kab mengetahui kalo tidak ada dana unt pendamping secara formal, sehingga kami tidak kena marahan pendamping dinas koa-kab secara masal, suratpun tidak menjadi ada
10. setelah tahu persis dari biro pkln bahwa tidak ada dana unt pendamping dinas kota-kab, kami mencoba melaporkan hal tersebut ke bagren dinas provinsi, juga sama dan memang belum masuk anggaran tahun 2008
11. kami sebagai kordinator dan pak adnan, pak kardiyono, pak bambang sebagai sub pendamping, juga akan dibubarkan pada bulan juni 2008, sehingga di biro pkln tidak ada lagi pendamping, bagi kami pribadi sudah sejak tahun 2000 bersama-sama bpk Gatot mengembangkan IT, mulai Jarnet, JIS, WAN, ICT yang sekarang menjadi jardiknas, sudah biasa dapat cacian, makian, itu untuk ujian mendewasakan pada diri kita, kita tetap tegar dan semangat dan tidak rapuh, kalo kami bertugas di Jawa tengah sudah hal yang biasa, jika rekan2 pendamping dinas kota dan kabupaten, karena kesal, marah dan emosional silahkan dituliskan di blog jateng ini sepuas-puaskan, atau ke email bahkan ke no hp kamipun akan kami terima dengan senang hati. sebenarnya kami masih mengharap ada setitik sinar harapan dengan perubahan pimpinan di biro pkln, masih sama, akan tetapi terjadi perubahan program/kebijaksanaan, sehingga dana efisiesi dekon provinsi tidak lain dana untuk membiayahi pendamping di cut atau sebagian besar program yang dikembangkan olehKaro lama yaitu bpk Dr Gatot HP banyak yang di cut, harapan kita sebelum bener2 terjadi pergantian pimpinan, karena info kalo bpk Dr Gatot mau dipindah sudah sejak januari 2008, program2 tetap masih dilanjutkan oleh pimpinan yang baru;
untuk menyikapi hal tersebut diatas, kita harus dewasa. kecewa, emosi dan marah pasti, khususnya kepada kami, akan tetapi kita tidak boleh larut dalam permasalahan itu, sehingga kita sebagai pendamping menjadi nglokro, males, gak semangat, dll, ini jangan sampai terjadi, kenapa ???? karena jardiknas, dapodik, pustakamaya, dll itu semua program yang selama ini kita ketahui adalah lahan kita atau ladang kita, kita tidak mau lahan dan ladang kita menjadi milik orang lain atau berantakan, kita sudah bisa menunjukan menjadi tim networking yang terbaik di jawa tengah ini, kita masih punya tugas diantaranya adalah memindahkan dapodik ke tingkat provinsi jawa tengah, kerjaan kita dapodik dah berjalan 2 tahun, kita tidak mau hilang musnah begitu saja, dan masih banyak tugas2 kita unt kita selesaikan bersama-sama.

kami sebagai kordinator atau pribadi pasti salah dan mengecewakan kepada semua pendamping dinas kota dan kabupaten baik yang disengaja maupun tidak kami mohon unt dimaafkan, harapan kami pribadi, anda dan kami masih sama-sama berstatus pendamping, walaupun kita tidak digaji, karena tugas kita bukan unt digaji, jika pihak yang terkait tahu dan memberikan imbalan, itu rezeki kita, tetapi jka tidak tahu, berarti menjadi amal kita nantinya, kita berpikir positif dan sama2 mengemban tugas unt kemajuan IT di wilayah jawa tengah, kepada siapa lagi kalo bukan kita sendiri untuk memajukan IT di daerah kita, ajakan kami mari kawan bersama-sama dan lebih percaya diri, kita harus bermimpi bahwa kita orang yang nomor satu yang menguasai IT di daerah kita masing2, dengan kita menguasahi IT, maka instansi yang terkait pada kita akan tergantung kepada kita, selamat belajar, selamat berkerja dan selama bertugas, hanya Allohlah penolong kita, semoga Alloh SWT memberi jalan yang terbaik bagi kita semua, dan ilmu kita menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita, masyarakat dan anak cucu kita nantinya amin 3x ya robal’alamin. motto kita “makmur bersama” mari kawan impian kita menjadi kenyataan, ada tangan2 dunia pendidikan, untuk maju bersama dan makmur bersama.

One Response to “semua pendamping bagren baik provinsi, dinas kota & kabupaten dibubarkan”

  1. Agung Sulistyo Says:

    Sebenarnya yang mengecewakan bukan Pendamping Provinsi dan Pak Gatot CS. TETAPI YANG MENGECEWAKAN ADALAH PEJABAT KITA YANG TIDAK BISA MENGHORMATI HASIL KARYA ANAK BANGSA.

    Kalau Pejabat Kita menyewa Orang Luar Negeri, mereka tentunya diberikan Layanan Khusus dan Gaji Yang besar, Tetapi ketika Anak bangsa yang bekerja Tidak ada Penghargaan Khusus Kepadanya.

    Jardiknas dan lainnya ini dikembangkan oleh Anak bangsa dan mengorbankan Waktu dan Pikiran yang itu tidaklah Sebanding dengan “SEWAAN ORANG LUAR NEGERI” karena punya MOTIVASI untuk membangkitkan Dunia Pendidikan di Indonesia.

    Yang Terakhir Kalinya Semoga PARA PEJABAT KITA INI BISA MENGHORMATI KARYA ANAK BANGSA !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: